Awalnya (Indonesia Berkebun) Sederhana

Awalnya Sederhana
oleh: Achmad Marendes (co-initiator Indonesia Berkebun)

Berawal dari satu tweet pertemuan Ridwan Kamil yang saya retweet, kemudian di-reply beliau bahwa ditunggu kedatangannya.  Selasa malam di Oktober 2010 itu saya hadir terlambat ke Epiwalk Kuningan karena menunggu jalanan lebih lenggang dari Tangerang.  Sesampai di pertemuan pertama komunitas urban farming Jakarta ini yg dihadiri sekitar 20 orang, saya memperkenalkan diri dan duduk mendengar.  Selang beberapa waktu dibentuk kelompok kerja, seingat saya ada beberapa tim termasuk branding, edukasi, ekologi dan tim ekonomi yg saya menjadi anggota bersama Shafiq Pontoh, Angga Tirta, Adez Aulia, dan dua yg lain.

Kemudian meeting berikut saya tidak hadir karena kena cacar air, tapi di meeting tanggal 22 Desember sudah ada lokasi dan gambar rencana kebun dalam secarik kertas.  Organisasi pertama Ufarm terbentuk dengan Milly sebagai ketua.  Hampir tiap meeting ada yang datang dan pergi, tapi anggota yang konsisten hadir adalah:  Sigit Kusumawijaya, Yasha Chatab, Beriozka Anita, Shafiq Pontoh, Milly Ratudian, Angga Tirta, Keny Leonita, Syahnaz dan Putri Oktarina.

Milis, Twit dan Blog Pertama
Dengan daftar hadir pertama, milis dan bbm group Jkt Ufarm dibentuk Oktober 2010.  Adapun email jktberkebun dan twitter hadir di awal Januari 2011 setelah sepakat dengan nama branding yang dirancang tim Yasha Chatab. Blog dimulai setelah Indonesia Berkebun terbentuk kemudian.

Tanam Percobaan
Dengan latar belakang yg kebanyakan arsitek dan pekerja urban, kita akhirnya mencoba utk praktek langsung.  Di Springhill Kemayoran, di hari minggu kita melakukan percobaan tanam pertama yg gagal karena benih yang ditanam adalah kacang merah yg dibeli Milly Shafiq dari perancis dan kita tidak paham caranya.  Di minggu kedua di bedeng lain kita menanam potongan-potongan kangkung yg saya bawa.  Seminggu kemudian, betapa senangnya ketika kangkung stek berhasil tumbuh walaupun tidak  sempurna.

Menjadi Wali Kebun
Setelah bereksperimen, akhirnya kepercayaan diri meningkat dan berpikir saatnya mengundang khalayak ramai untuk berpartisipasi.  Di tanam perdana februari 2011 diperkenalkan sebagai wali kebun Springhill, mungkin karena saat itu dianggap paling mengerti menanam kangkung.

Menjadi Indonesia
Mungkin karena ‘kesuksesan’ tanam perdana yang menggema di dunia maya, beberapa tempat dan kota lain mulai menanyakan cara bergabung.  Di bulan Maret dengan adanya tanam perdana Bogor kemudian Bandung terbentuk, lahir Indonesia Berkebun.  Pada akhir bulan Mei sudah ada enam kota yang tergabung.   Alhamdulillah.

Berikut Top Ten yg saya pelajari selama lima tahun Indonesia Berkebun:
10) kangkung dan bayam ada bijinya
9) dari interest dan hobi online bisa menjadi sahabat offline
8) pegiat datang dan pergi itu biasa
7) untuk berkembang harus dirawat
6) kangkung darat lebih kecil dibanding kangkung air
5) bayam berbeda dengan spinach yg dimakan popeye
4) kolaborasi itu penting
3) organisasi tergantung pegiat, banyak rupa dan macam
2) banyak pegiat jomblo
1) buat nyari jodoh dari pegiat jadi pasangan

%d bloggers like this: