Liputan @detikcom: “Lewat Berkebun, Anak-anak SLB Petamburan Belajar Tanggung Jawab” bersama @JktBerkebun


Sasa, seorang siswi SLB menandai sawi yang ditanamnya (Foto: Uyung/detikHealth)

Jakarta, Memiliki keterbatasan fisik membuat para penyandang disabilitas kerap dipandang sebelah mata. Tak ingin anak didiknya terasing di masyarakat, SLB Negeri 05 Petamburan mengenalkan nilai-nilai tanggung jawab, salah satunya lewat berkebun.

“Berkebun ini kan kita menanamkan nilai. Ada kebersamaan, juga tanggung jawab,” kata Daliman, Kepala SLB Negeri 05 Peramburan, ditemui dalam acara berkebun bersama penyandang disabilitas di Jl KS Tubun III Dalam, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2014).

Memang tidak mudah, 30-an anak didik SLB (Sekolah Luar Biasa) yang mengikuti acara ini punya keterbatasan secara fisik maupun mental. Sebagian dari mereka memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, menyandang autisme, bahkan ada juga yang tuna netra atau lebih tepatnya low vision.

Mengajak anak-anak ini mencampur media tanam dengan tanah dan pupuk misalnya, butuh kesabaran ekstra karena sebagian dari mereka kesulitan menangkap instruksi. Harus diajarkan selangkah demi selangkah, dan bila perlu sekali waktu juga dibantu melakukannya.

Untuk itu, jenis tanaman yang diperkenalkan dalam acara tersebut sengaja dipilihkan yang paling mudah. Untungnya lagi, anak-anak ini didampingi para relawan dari komunitas urban farmer, Jakarta Berkebun.

“Tanamannya kita pilihkan yang paling mudah untuk pemula, yakni kangkung, bayam, dan sawi,” kata Puti, salah seorang relawan Jakarta Berkebun yang menjadi koordinator dalam acara tersebut.

Melalui kegiatan seperti ini, Rotary Club Jakarta Batavia sebagai inisiator acara juga ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian dari masyarakat. Asal diberi kesempatan, mereka pun bisa mandiri dan tidak perlu terpinggirkan.

“Tanaman yang ditanam oleh penyandang disabilitas, apakah berbeda dengan tanaman yang ditanam orang lain? Sama saja kan,” kata Ervina, salah seorang relawan Rotary Club.

(up/vit)

Sumber tautan: http://health.detik.com/read/2014/03/22/130530/2533543/1301/lewat-berkebun-anak-anak-slb-petamburan-belajar-tanggung-jawab?l992205755

Leave a Reply