Pemanfaatan Abu Vulkanik

Abu vulkanik sesungguhnya bukan sebagai BENCANA tetapi BERKAH bagi petani, karena banyak mengandung unsur hara makro, mikro, dan mineral tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman :

  • SiO2 (54,56 %)
  • Al2O3 (18,37 %)
  • Fe2O3 (18,59 %)
  • CaO (8,53 %)
  • MgO (2,45 %)
  • Na2O (3,62 %)
  • K2O (2,32 %)
  • MnO (0,17 %)
  • TiO2 (0,92 %)
  • P2O5 (0,32 %)
  • H2O (0,11 %)
  • HD (0,22 %)
  • Belerang (S)

Hal ini dapat juga memperbaiki struktur tanah dan kandungan hara yang miskin karena intensifikasi pertanian, serta menjernihkan air yang memiliki kualitas rendah.

Abu vulkanik dalam jangka pendek dapat menurunkan tingkat keasaman pada tanah tetapi dalam jangka panjang sangat bagus bagi manusia terutama pada bidang pertanian.

Tanah yang subur normalnya memiliki pH 6 hingga 7 tetapi jika terkena abu vulkanik menjadi 5 hingga 5.5, tingkat keasamannya.

Tetapi dalam jangka pendek, abu vulkanik dapat mengurangi hama dan gulma karena hama dan gulma tidak bisa tumbuh dalam tingkat keasaman yang tinggi.

Sedangkan dalam jangka panjang, manfaat dari hujan abu vulkanik bagus bagi pertanian. Tentunya setelah melewati proses denormalisasi. Denormalisasi bisa secara alami yang diolah oleh tanah, bisa juga oleh manusia sendiri yang melakukannya.  Caranya adalah dengan pemberian dolomit atau pengapuran(CaCo3)yang akan merubah mineral di abu menjadi pupuk yang berguna bagi tanah.

Penelitian kandungan dalam abu vulkanik meliputi Besi (Fe), Magnesium (Mg), Alumunium (Al) dan Silika (Si) yang mana keempat  mineral tersebut  bagus sebagai unsur hara.

Sumber : Savrina, Mas Lie

Sumber Tautan: http://jogjaberkebun.wordpress.com/2014/02/20/pemanfaatan-abu-vulkanik/

Leave a Reply