Rasakan Enam Manfaat Dari Kebun Di Rumah Anda (oleh Enal, Penggiat Makassar Berkebun)

Praktik pertanian perkotaan kian marak digalakkan dalam beberapa bulan terakhir. Secara tidak langsung, saya bisa melihatnya dari postingan saya sebelumnya, tentang hal-hal yang harus diperhatikan sebelum berkebun. Topik tersebut memiliki kunjungan yang selalu di atas, dibanding topik lainnya. Asumsinya, faktor yang mendasari adalah perlunya aktivitas yang memebunuh kebosanan selama kondisi yang menuntut kita untuk tetap di rumah saja. Selain itu, adanya dorongan survival terhadap kemungkinan buruk yang terjadi akan memicu kita untuk menyiapkan makanan sendiri. Harapannya, dalam jangka panjang, semoga berkebun dapat dijadikan sebagai gaya hidup sehat.

Indonesia Berkebun yang sudah hampir berkiprah selama satu dekade ini, bersama dengan jejaring kota dan kampus masih tetap melakukan penyebaran virus berkebun. Dengan konsep 3E (Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi), telah mampu memberi jawaban atas bagaimana kita berkontribusi terhadap kebutuhan pangan harian, luasan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga menjadikan halaman sebagai pasar.

1
Konsep pertanian perkotaan ala Indonesia Berkebun.

Tentunya tidak sampai di situ saja, Indonesia Berkebun bersama dengan jejaringnya akan berupaya untuk mengambangkan urban agriculture ini menjadi konsep sustainable future (masa depan yang berkelanjutan). Tidak lagi berperan pada tiga misi sebelumnya tapi bagaimana visi social dan ethics menjadi bagian dalam penerapannya. Mengutamakan metode pertanian organik akan menjawab visi ekologi. Sementara itu, visi edukasi akan senantiasa berupaya untuk memberikan pemahaman tentang pengetahuan bertani secara benar, salah satunya melalui ‘Akademi Berkebun’. Panenan yang diperoleh secara tidak langsung menjawab visi ekonomi, belum lagi usaha kreatif yang muncul, tentu bisa menambah pundi-pundi keuangan penggiatnya. Secara sosial, sharing and caring menjadi sebuah langkah yang ditempuh sehingga manfaat yang diperoleh bisa dirasakan lebih luas. Secara etika, konsep ini saya maknai sebagi sebuah pencapaian secara spiritual dalam ekologi.

3
Manfaat kebun di lingkungan rumah.

Dalam penerapannya, kebun dapat memeberi manfaat yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Berikut saya akan uraikan beberapa manfaat tersebut.

  1. Ruang sosialisasi

Kebun adalah salah satu ruang sosialisasi yang menarik dalam keluarga. Bekerja sama dalam membuat bedengan, memindahkan pot, menyiram tanaman tentunya akan menciptakan suasana yang menarik dalam sebuah keluarga, apatah lagi jika diselingi dengan candaan dan sebagainya. Tetangga yang melihat ragam hijauan juga bisa tertarik dengan itu. Belum lagi jika ada kelebihan hasil panen yang dapat kita bagikan ke mereka. Kesemuanya itu tidak lain adalah ruang-ruang sosialisasi yang hadir dan terkadang tanpa disadari.

Fun Group Discussion_200427_0014
Kebun sebagai ruang sosialisasi. (doc. Makassar Berkebun)
  1. Pasar terdekat dengan dapur

Bagaimana pun, setelah menanam dan merawat tanaman dengan baik, kita akan mendapatkan panen. Meskipun panen yang kita dapat adalah gratis tapi sebenarnya kita hanya mengalihkan jatah pembeli sayuran ke tambahan jajan anak, misalnya. Bisa dicoba dengan tetap membeli hasil panen dari kebun sendiri, lalu penjualannya disimpan di tempat lain. Dengan demikian, selain biaya untuk membeli benih dan pupuk sudah aman pasti ada tambahan lain yang bisa dirasakan.

rawat kebun 240718_200427_0037
Seorang penggiat sedang memetik beberapa daun kale untuk diolahnya. (doc. Makassar Berkebun)
  1. Sarana belajar mengenal alam

Berkebun adalah kegiatan yang melibatkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Secara tidak langsung, berkebun menghadirkan sebuah ensiklopedia kecil tentang alam semesta dengan segala kejadian yang ada di dalamnya. Dengan berkebun, kita bisa tahu bagaimana biji mengeluarkan kecambah, bagaimana kecambah mendorong tanah untuk bisa tumbuh, bagaimana daun yang dari putih menjadi hijau, lalu kuning, merah, cokelat hingga jatuh dan melapuk. Dengan berkebun, kita bisa belajar bagaimana bunga menarik serangga dan burung hingga menjadi buah yang beraneka warna dan rasa. Dengan berkebun kita bisa merasakan kehadiran makhluk-makhluk lain yang datang tanpa pernah kita undang sebelumnya, seperti cacing, kupu-kupu, belalang, hingga makhluk yang menjengkelkan yang kemudian disebut hama. Kesemuanya itu dapat dengan mudah kita amati karena adanya kebun yang dekat dengan kita.

WhatsApp Image 2020-03-11 at 12.26.20
Seorang anak yang ikut berkebun, berani kotor tanpa merasa bersalah. (doc. Makassar Berkebun)
  1. Sarana olahraga

Setali tiga uang, aktivitas berkebun juga secara tidak langsung adalah aktivitas olahraga. Banyangkan bagaimana gerakan tubuh kita saat mencangkul atau menyekop tanah. Lihatlah kontraksi otot lengan saat memangkas dengan menggunakan gunting. Bayangkan saja gerakan jari-jari kita saat mengaduk medi tanam, membelai daun saat mengamati tanaman, atau saat memetik cabe, mencabut bayam, hingga mencabut singkong. Tanpa kita sadari semua derakan itu adalah bagian dari mengolah raga kita.

ngebun bareng kpaj_200427_0017
Seorang penggiat sedang berolah raga dengan mencangkul. (doc. Makassar Berkebun)
  1. Sumber pangan berkualitas

Ini adalah garansi yang utama dengan berkebun di rumah. Kita mengetahui seperti apa media yang digunakan, mengetahui apa yang kita tanam, dan mengetahui apa yang diberikan ke tanaman tersebut selama pertumbuhannya. Belum lagi mantra-mantra indah yang kita lafalkan saat berinteraksi dengan mereka semasa merawatnya. Bukankah itu semua investasi yang elegan untuk menghasilkan makanan yang berkualitas? Secara tidak langsung kita akan mengetahui dengan baik bahwa kita adalah apa yang kita makan.

ngebun sat.140418_200427_0034
Seorang penggiat sedang melakukan pengamatan terhadap bunga oyong. (doc. Makassar Berkebun)
  1. Lingkungan rumah berkualitas

Kita ketahui bersama oksigen yang kita hirup adalah bagian dari proses hidup tumbuhan. Dengan mendekatkan sumbernya dengan rumah kita, maka secara tidak langsung kita menghadirkan oksigen dengan kualitas premium untuk kita hirup. Belum lagi gradasi warna yang ditampilkan oleh daun, bunga, dan buah tentu memberi tampilan visual yang menarik oleh mata. Hadirnya jangkrik, lebah, hingga burung mampu menyajikan audio yang menenteramkan telinga. Secara keseluruhan tentu kualitas lingkungan rumah kita menjadi lebih baik. Kita bahkan cukup menjadikan kebun sebagai wadah stress healing.

blusukan_200427_0004
Seorang penggiat sedang gembira melihat tanaman yang siap panen. (doc. Makassar Berkebun)

Tentunya masih banyak lagi kelebihan-kelebihan yang dapat kita rasakan dengan adanya kebun di rumah atau halaman rumah kita. Apa yang dapat saya rasakan mungkin akan berbeda dengan apa yang akan kalian rasakan setelah melakukannya. Tentu tidak semudah itu untuk menikmati aktivitas berkebun. Kadang kita harus bersabar karena tanaman tiba-tiba mati. Kadang kejengkelan hadir saat tanaman kesanyangan tiba-tiba raib oleh tikus. Kadang juga kita merasa jenuh saat merasa sudah mengikuti kaidahnya tapi hasilnya begitu-begitu saja. Semua akan kembali pada bagaimana kita memaknai setiap kejadian itu. Tips saya adalah bagaimana menjadikan aktivitas berkebun itu sebagai sebuah seni, seni mengelola lingkungan dan makanan sendiri.

2
Berkebun adalah gaya hidup sehat

Jadi, kapan waktu yang baik untuk mulai berkebun? Waktu yang terbaik adalah saat kalian memulainya. Terakhir, mari menjadikan berkebun sebagai bagian dari program pola hidup sehat. Ingat, kita adalah apa yang kita makan.

(tulisan ini bersumber dari blog Enal, penggiat Makassar Berkebun dengan tautan:
https://enalgattuso8.wordpress.com/2020/04/27/rasakan-enam-manfaat-dari-kebun-di-rumah-anda/ )

%d bloggers like this: