Tentang @AkademiBerkebun

Tentang @AkademiBerkebun
oleh: Ida Amal (Kepala Sekolah @AkademiBerkebun @IDberkebun)


Tulisan ini terdapat di dalam buku “Urban Farming ala Indonesia Berkebun”

Banyak orang berpikir bahwa berkebun itu susah dan kotor, pokoknya tidak menarik. Apakah kamu termasuk yang berpendapat demikian? Berpikir bahwa tidak semua orang bisa menanam, tangannya panas, tidak bertangan dingin, sehingga kalau menanam tidak pernah tumbuh! Berjuta alasan akan muncul jika diajak berkebun dan menanam tanaman. Bagaimana?

Benarkah berkebun itu susah? Jawabannya mudah, asal tahu caranya dan mau belajar ilmu berkebunnya. Dari landasan inilah muncul gagasan untuk membuat Akademi Berkebun, sebuah wadah edukasi tentang berkebun  sayuran organik. Pertama kali di selenggarakan, Akademi Berkebun di support oleh Akademi Berbagi, sebuah komunitas yang sering berbagi ilmu secara gratis, dan sudah bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan Indonesia Berkebun. Selanjutnya Akademi Berkebun berjalan sendiri dan merupakan wadah edukasi resmi dari jejaring Indonesia Berkebun.

Tujuan

Akademi Berkebun dicetuskan dan dijalankan dengan tujuan untuk membekali teman-teman yang ingin mulai berkebun dengan belajar budidaya sayuran secara organik. Dengan mempelajari ilmunya dari dasar dan benar, diharapkan teman-teman yang akan berkebun akan mendapatkan hasil yang optimal dan mengurangi resiko kegagalan. Masuk akal kah? Masuk akal..! (Tirukan kata masuk akal dan tepoklah jidatmu, masuk akal..!).

Landasan

Akademi Berkebun mempunyai landasan yang sama dengan Indonesia Berkebun dalam kegiatannya, yaitu 3E, Ekologi, Edukasi dan Ekonomi. Tiga landasan tersebut yang menjadi acuan disetiap angkatan Akademi Berkebun. Dengan mengetahui dan memahami landasan tersebut maka teman-teman yang berkebun tahu tujuan saat berkebun di lahan dan halaman rumah masing-masing.

Ekologi

Lahan nganggur, artinya lahan yang tidak produktif. Pernahkah berpikir bahwa halaman rumah kita yang ditanami rumput sebagai lahan nganggur? Hehehe…, saya yakin belum pernah terlintas dalam pikiranmu kan? Eeeiits…, jangan marah dulu ya kalau halaman rumahmu yang ditanami rumput dikategorikan lahan ngganggur. Emang tidak boleh halaman rumah ditanami rumput? Boleh, tapi tidak produktif..! Terus bagaimana? Baiklah kalau mau nanam rumput sebagian, dan sebagian lagi ditanami sayuran serta tanaman herbal. Tambah nanam pohon buah dan bunga boleh tidak? Boleh dong..! Halaman tempat tinggal yang hijau akan menambah volume oksigen di lingkungan kita. Muncul pertanyaan, banyak nyamuk tidak nanti? Hehehe.., ini pertanyaan klasik buat pekebun pemula. Pastinya ada, maka jaga jangan ada genangan air di kebun untuk mencegah perkembangan nyamuk. Ada juga pertanyaan, kalau banyak tanaman nanti akn banyak binatang, kayak kodok, kadal, bekicot, dan lain-lain, bagaimana dong? Ketahuilah binatang yang kamu sebutkan tadi adalah indikator sehatnya lingkungan tempat tinggalmu. Artinya lingkungan di sekitar tempat tinggalmu masih atau menjadi sehat. Baguskan? Masuk akal? ( tepok jidat, masuk akal… ).

Edukasi

Apakah kamu tahu cara menanam kangkung? Menanamnya menggunakan benih atau bibit? Bagaimana cara menanamnya? Bagaimana merawatnya? Berapa lama bisa dipanen? Apalagi kalau yang ditanya adalah anak-anak perkotaan yang terbiasa jalan-jalan di mall, saya akan garansi anak-anak tidak akan bisa menjawabnya, kecuali mereka kemudian browsing untuk mengetahuinya. Mengajak berkebun pada anak-anak dan teman-teman yang awam dengan dunia tanaman merupakan sebuah pembelajaran yang seru. Satu langkah baru belajar dan mengenal tanaman, belajar biologi langsung di lapangan, belajar tentang hal yang terkait erat dengan lingkungan sekitar, belajar menghargai petani dan belajar mandiri untuk pangan keluarga.

Dari landasan dasar tersebut, maka Akademi Berkebun berjalan dan menjadi wadah calon petani kota untuk belajar dan berbagi ilmu berkebun organik. Pada awal Akademi Berkebun dibentuk serta membuat kelas, sungguh berat pengelolaanya. Banyak cibiran, mengapa harus berlama-lama belajar di kelas (seharian)?  Mengapa tidak langsung praktek menanam di kebun saja? Belum lagi mencari peserta untuk ikut kelasnya dan mencarikan pendanaannya, semua membutuhkan energi yang luar biasa besar. Saat itu Akademi Berkebun kelasnya dibuka gratis untuk umum, dan penanggung jawab harus menyediakan makan siang, snack dan minum untuk peserta. Belajar dari pengalaman selama awal-awal kelas Akademi Berkebun berjalan, maka diputuskan bahwa peserta dipungut uang untuk makan siang, snack dan minum, sedang ilmu dan praktek di kebunnya gratis. Bersyukur, dengan melalui banyak  kendala dan kegembiraan saat di kelas serta praktek di kebun, Akademi Berkebun sudah mengedukasi kurang lebih 1.140 orang dari kelas reguler sebanyak 19 angkatan, di luar edukasi non formal di Perusahaan atau masyarakat umum.

Belajar di Akademi Berkebun, sama halnya belajar ilmu yang lain. Perlu mengetahui dan mempelajari ilmu dasar, agar mampu dan menguasai ilmu lanjutannya. Yang lebih penting lagi, agar kebunnya berhasil dengan optimal, bisa panen sayuran yang sehat dan aman dikonsumsi, serta meminimalisir kegagalan. Untuk itu, dalam materi edukasi Akademi Berkebun di ajarkan dasar-dasar berkebun organik, baik untuk skala halaman rumah maupun untuk skala luas. Perlu dicatat pula, syarat utama menanam sayuran di kebun : harus mendapatkan sinar matahari dari pagi hingga siang, air, media tanah dengan pupuk kandang / kompos, dan sirkulasi udara yang baik.

Pekebun kota harus tahu, mengapa harus menanam dan berkebun secara organik? Pernahkan anda berpikir bahwa tanaman sangat tinggi resikonya terkontaminasi polutan di sekitarnya? Dan siapakah penyumbang polutan logam berat terbesar di udara? Anda termasuk penyumbang terbesar polutan logam berat di udara, yaitu timbal yang dihasilkan oleh asap sisa pembakaran kendaraan bermotor yang Anda pakai. Belum lagi limbah lain seperti limbah air rumah tangga. Terus bagaimana menyikapi kondisi tersebut kalau mau berkebun organik?  Disinilah peran kelas edukasi Akademi Berkebun, peserta diajak untuk mengetahui dasar-dasar berkebun organik serta bagaimana mengelolanya.

Berkebun organik bisa  dilakukan oleh siapa saja, dari orang yang awam tentang tanaman dan menanam tanaman sekalipun. Jika berbicara soal berkebun organik, maka Anda harus berpikir tentang bagaimana menciptakan lingkungan dan tanah yang sehat untuk tanaman Anda, agar menghasilkan buah atau sayur yang sehat dan aman dikonsumsi.

Bagaimanakah buah dan sayuran yang sehat itu? Buah dan sayuran disebut sehat jika buah dan sayuran yang ditanam tidak mengandung residu logam berat, bahan kimia berbahaya dan pestisida (minimal mengandung bahan tersebut di ambang batas yang ditetapkan lembaga pengkajian, seperti LIPI, Sucofindo atau balai setara yang terakreditasi). Maka buah dan sayuran tersebut bisa disebut sebagai buah dan sayuran organik, begitu juga kebunnya. Pemahaman dasar tentang  berkebun organik perlu dipelajari agar calon pekebun paham betul cara mengelola kebunnya. Jangan sampai akibat kurangnya pemahaman sehingga pekebun atau petani kota menanam sayuran tanpa tahu atau menghindari pengelolaan yang benar dan menghasilkan sayuran yang beresidu.

Setelah menguasai dasar berkebun organik, peserta juga dikenalkan pada berbagai jenis sayuran dataran rendah yang bisa di tanam di daerah perkotaan. Pastikan tidak menanam sayuran dataran tinggi ke daerah dataran rendah. Kemungkinan sayuran dapat tumbuh tetapi tidak mampu berbuah atau bertahan hidup, karena suhu dan kelembaban yang berbeda. Cara membudidayakan sayuran harus diketahui dengan baik, apakah sayuran harus ditanam menggunakan benih atau bibit. Sayuran seperti kangkung dan bayam dapat langsung ditanam di medianya langsung dari benihnya (biji). Sedangkan cabai, tomat, terong, sawi, selada dan lain-lain harus ditanam menggunakan bibit (benih yang sudah disemai dan muncul 4 atau lebih daun sejati). Perawatan tanaman menjadi unsur vital, penting sekali diketahui. Kapan dan bagaimana menyiramnya, kapan di lakukan penyulaman, kapan dilakukan penyiangan dan kapan dilakukan pemupukan menggunakan pupuk hayati dan pembenah tanah.

Selain membahas tentang budidaya dan pengendalian hama tanaman sayuran menggunakan pestisida nabati, kelas Akademi Berkebun juga memberikan tips bagaimana menjadikan petani organik perkotaan sebagai sumber penghasilan. Berkebun di perkotaan terkesan sulit dan tidak menarik untuk dijadikan sebagai profesi penopang hidup, setelah tahu cara dan kiat yang tepat untuk budidaya sayuran organik di perkotaan, profesi petani kota itu sangat menarik dan menjanjikan.

Akademi Berkebun selain diselenggarakan secara reguler di Jakarta, juga di selenggarakan oleh jejaring-jejaring Indonesia Berkebun. Bentuk edukasinya bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada, bisa formal di kelas dan bisa juga informal di lapangan. Akademi Berkebun juga bisa diselenggarakan di perusahaan yang berkolaborasi dengan jejaring Indonesia Berkebun. Bisa dikatakan sistem dan tehnik edukasi Akademi Berkebun sangat fleksibel mengikuti situasi dan kondisi yang ada.

Berkebun itu menyenangkan, dapat mengurangi stres, harapan yang selalu tertanam saat menanam mendekatkan diri kita pada Tuhan. Berkebun itu menyehatkan dan menambah kebahagian karena kita terhindar dari penyakit yang membahayakan.

Foto-foto kegiatan Akademi Berkebun di kelas dan di kebun.

Bab Lima. Pascapanen dan Peluang Bisnis dari Urban Farming

Sebagai petani kota (Urban Farmer / Home Gardener) jika diberi pertanyaan tentang hal yang paling menyenangkan yang berhubungan dengan tanam menanam, maka jawabnya adalah saat panen. Benarkah saat panen menjadi waktu yang ditunggu dan menyenangkan? Jawabannya bisa “ya” dan bisa “tidak”. Jawaban saat panen menjadi menyenangkan jika hasil panen yang didapat sesuai harapan. Artinya, hasil panen bisa dinikmati, dikonsumsi sendiri atau bisa dijual. Jika di konsumsi sendiri bisa meningkatkan kesehatan dan mengurangi uang belanja sayur, jika dijual harga sayurnya bagus dan memberikan keuntungan secara keuangan. Jawaban panen menjadi “tidak” menyenangkan ketika panen yang dihasilkan tidak sesuai harapan dan target. Bisa jadi sayuran yang dihasilkan kurang bagus dan tidak bisa di konsumsi. Bisa juga panen bagus, harga di pasaran lagi hancur.

Nah, seharusnya saat panen itu menjadi waktu yang menyenangkan! Adakah kiat agar panen hasilnya optimal dan harga jual sangat bagus? Jawabannya “ada”. Baiklah, sekarang kita bahas dulu tentang cara panen yang benar dan bagaimana mendapat hasil panen yang optimal.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil panen yang optimal adalah :

  • Evaluasi semua hal yang  berkaitan dengan budidaya sayuran, mulai dari syarat utama budidaya (seperti lahan/media, air, udara dan matahari) pengolahan lahan, pemupukan (penambahan pupuk kandang/kompos, pupuk hayati dan pembenah tanah), perawatan (penyiraman, penyulaman, penyiangan dan pemupukan). Pastikan semua sudah dikerjakan dengan benar dan sesuai aturan.
  • Pengawasan dan pengontrolan tanaman harus dilakukan secara kontinyu. Jangan pernah hanya mengandalkan satu orang saja, pastikan teamnya berlapis, sehingga perkembangan tanaman termonitor dengan baik.
  • Pastikan komoditas yang ditanam adalah tanaman yang memang benar-benar Anda kuasai cara budidayanya. Lakukan secara bertahap jika Anda berkeinginan untuk membudidayakan beragam sayuran dengan jumlah komoditas yang sangat banyak. Sesuaikan dengan kemampuan, ketersediaan lahan, modal kerja dan tenaga kerja serta peralatan yang Anda punyai.
  • Budidaya harus dilakukan dengan benar, agar panen bisa tepat waktu dan produksi secara kontinyu.
  • Pengendalian hama dan penyakit sangat penting dan harus diperhatikan. Kebersihan lingkungan kebun akan menentukan tingkat terjadinya serangan hama dan penyakit. Lakukan pencegahan dengan menggunakan pestisida nabati secara berkala dan rutin, agar tanaman tidak terserang penyakit dan hama. Bisa dilakukan per tiga hari atau seminggu sekali, tergantung dari jenis tanamannya.
  • Lakukan pencatatan dengan tertib seluruh perlakuan yang Anda lakukan untuk tanaman yang Anda tanam.
  • Pembagian tugas dan pekerjaan yang jelas untuk setiap karyawan kebun Anda.

Penanganan panen

  • Pastikan tanaman yang akan dipanen sudah sesuai usia tanamnya, atau memenuhi kriteria dari sayuran siap panen dan dalam kondisi baik.
  • Peralatan untuk menunjang proses pemanenan sudah disiapkan semua dengan baik.
  • Panen dilakukan sesuai aturan yang diberlakukan.
  • Penentuan waktu panen yang tepat, agar sayur hasil panen tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.
  • Tenaga kerja untuk pemanenan harus disesuaikan dengan jumlah tanaman yang dipanen. Perlu menggunakan tenaga kerja borongan atau tidak, harus dipertimbangkan dengan masak.

Penanganan pascapanen

Salah satu titik krusial yang sering terabaikan adalah saat penangan hasil panen. Penanganan yang salah akan menurunkan daya jual komoditas yang dipanen. Sebagai contoh : pemanenan bayam atau kangkung pada pagi hari, akan menyebabkan kangkung dan bayam menjadi layu ketika dipasarkan ke konsumen, akibatnya harga jual dan daya jualnya turun.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menangani hasil panen :

  • Sayuran hasil panen, harus jelas proses perlakuannya. Hasil panen harus segera dibersihkan, dicuci, dibuang daun yang kuning, dan bagian yang rusak.
  • Hasil panen kangkung, bayam dan beberapa jenis daun sayur ada baiknya tidak dibuang akarnya. Cukup dibersihkan akarnya. Karena sayuran daun yang ditanam secara organik bisa disimpan dengan menaruh sayur di ember atau tempat lain yang berisi air untuk merendam akarnya. Sayur akan bertahan untuk 3-4 hari tanpa dimasukkan di lemari pendingin.
  • Setelah sayuran bersih maka siap di kemas sesuai jenis sayurannya. Pastikan kemasannya rapi dan tidak membuat sayuran cepat rusak atau busuk.
  • Proses akhir pengemasan untuk pengiriman, gunakan wadah atau kemasan yang tidak merusak sayurannya selama diperjalanan.

Catatan :

Jika hasil panen hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maka tanam dan panen dilakukan sesuai kebutuhan saja, akan lebih efisien dan efektif.

Peluang Bisnis Urban Farming

Apakah Urban Farming bisa menjadi solusi masalah finansial Anda? Adakah peluang bisnis dari pertanian di kota (Urban Farming)?

Pernahkah terlintas dalam pikiran Anda bahwa dimulai dari berkebun di halaman rumah di perkotaan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan? Peluang Agrobisnis Urban Farming sangatlah besar. Kebutuhan sayuran di Indonesia masih sangat besar sekali.

Mari kita bedah sesungguhnya betapa besarnya kebutuhan sayuran di Indonesia. Sekarang ini Indonesia termasuk dalam negara-negara yang kebutuhan akan berasnya sangat besar sekali. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Masyarakat sudah terbiasa dengan porsi nasi hampir memenuhi 90% kebutuhan setiap kali makan. Porsi serat kasar dari sayuran dan buah sangat kecil sekali. Bagaimana kalau porsi nasi per kali makan dikurangi hingga tinggal 50% dari porsi setiap kali makan, kemudian porsi sayuran dinaikkan, mengisi 40% dari porsi makan? Dari sini sudah bisa dihitung, sebenarnya seberapa besar kebutuhan sayuran untuk masyarakat. Jadi masuk akal jika pertanian kota akan menjadi bisnis yang menjanjikan dan tidak mengganggu produksi petani di pedesaan. Belum lagi kebutuhan sayuran untuk hotel, resto dan yang lainnya.

Sebagai contoh, dengan hanya memproduksi kangkung atau bayam saja dari lahan seluas 2.000 m2, bisa menghasilkan kurang lebih 2-3 ton kangkung atau bayam. Kondisi ini bisa dicapai jika cara pengelolaan dan budidaya yang dilakukan benar.

Akademi Berkebun membuka kelas professional bagi alumni Akademi Berkebun regular. Peserta wajib mempraktekkan seluruh ilmu yang diperoleh selama mengikuti Akademi Berkebun Reguler. Peserta diperbolehkan magang dan belajar langsung di kebun komunitas.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: