“Urban Farming Concept and Pollution” oleh @Ida_Amal

The concept of urban agriculture is often used along with urbanization and industrialization. Around 15 % of global food production comes from urban lands, making urban soil quality a vital concern. Potentially toxic elements (PTEs) may contaminate urban soils through vehicle emissions, household waste, industrial effluents, and atmospheric depositions. Toxic metals, lead, nickel, zinc, copper, and chromium have been identified as the key PTEs that cause severe contaminations worldwide. Lead contamination is the most serious issue in many urbanized areas due to heavy traffic. High PTE concentrations in soils adversely affect microbial communities and enzyme activities, thereby degrading the biological soil quality and threatening the healthy food production in urban areas.

Konsep pertanian perkotaan sering digunakan bersama dengan urbanisasi dan industrialisasi . Sekitar 15 % dari produksi pangan global berasal dari tanah perkotaan , membuat kualitas tanah perkotaan menjadi perhatian penting . Potensial sekali unsur-unsur beracun ( PTEs = Potentially Toxic Elements ) dapat mencemari tanah perkotaan melalui emisi kendaraan , limbah rumah tangga , limbah industri , dan deposisi atmosfer . Logam beracun , timah , nikel , seng , tembaga , dan kromium telah diidentifikasi sebagai PTEs kunci (pencemar utama) yang menyebabkan kontaminasi yang parah di seluruh dunia . Kontaminasi timbal adalah masalah yang paling serius di banyak daerah urbanisasi karena lalu lintas yang padat . Konsentrasi PTEs tinggi di tanah mempengaruhi komunitas mikroba dan aktivitas enzim , sehingga menurunkan kualitas biologi tanah dan mengancam produksi makanan sehat di daerah perkotaan .

Sumber tulisan :

Dari referensi tulisan para pakar tersebut di atas, maka perlu digaris bawahi bahwa untuk berkebun di perkotaan diperlukan bekal ilmu yang benar untuk melalukan budidaya tanaman di perkotaan. Hal tersebut diperlukan mengingat tingginya polusi, terutama pulusi akibat logam berat timbal dari asap kendaraan bermotor.

Untuk menumbuhkan sayuran dengan hasil yang sehat, modal utama adalah harus memahami tentang bagaimana menumbuhkan dan merawat mikroflora dalam tanah yang mempunyai fungsi penting untuk menyediakan hara tumbuh tanaman.

Tanah yang subur adalah tanah yang sehat, dengan kandungan mikroflora yang dibutuhkan dalam tanah untuk menumbuhkan tanaman. Jika mau menghasilkan tanaman dan sayuran yang sehat maka perhatikan tanah sebagai media tanamnya pun sehat.

Jangan pernah sekali-sekali menanam sayuran tanpa mengolah media tanam dan menumbuhkan mikroflora dalam tanah. Tidak ada sayuran organic yang dihasilkan, melainkan sampah dalam bentuk sayuran yang mengandung residu logam berat dan polutan lainnya.

Jadilah petani yang pintar agar tidak tergilas zaman, dan tumbuhkanlah sayuran sehat untuk generasi yang akan datang. Dirimu sehat dan anak keturunanmu akan turut menjadi sehat.

Untuk mendapatkan ilmu cara budidaya sayuran di perkotaan yang benar, bisa dibaca dibuku URBAN FARMING ala INDONESIA BERKEBUN, bisa dibeli di TOKO BUKU TERNAMA.

Atau bisa mengikuti AKADEMI BERKEBUN yang di selenggarakan INDONESIA BERKEBUN dan jejaringnya, setiap 2 bulan sekali (cek jadwal di Website). 

Salam Berkebun

Ida Amal

Comments are closed.